Senin, 08 Juli 2019

Gangguan – Gangguan Dalam Kehamilan

Gangguan – Gangguan Dalam Kehamilan 



Gangguan – Gangguan Dalam Kehamilan Oleh Elvi Zuliani, SKM


Jenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan rutin / Antenatal care (ANC) Sekurang-kurangnya 6 kali selama kehamilan. Menjaga kesehatan dan berolahraga ringan dapat mengurangi dan menghilangkan gangguan kehamilan tersebut. Bila gangguan kehamilan tak kunjung hilang kami sarankan agar anda segera menghubungi dokter kandungan dan bidan. Dapat saja keluhan ibu hamil tersebut merupakan pertanda awal dari bahaya kehamilan yang tidak bisa disepelekan.

Gangguan kehamilan yang dapat kami rangkum untuk anda adalah sebagai berikut :
1. Mual- Muntah:
Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual-mual, dan beberapa sampai muntah-muntah. Keluhan ini terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan, biasanya menghilang pada akhir waktu tersebut. Tapi kadang-kadang muncul kembali menjelang akhir kehamilan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap hormon kehamilan. Hal ini akan diperberat bila si ibu terlalu cemas atau mengalami tekanan emosional. Kebanyakan mual – mual ini dapat diatasi dengan cara sederhana, komposisi makanan yang tidak mengandung lemak, karbohidrat rendah akan dapat mengurangi mual-mual.
Penyebab Mual – Muntah pada ibu Hamil
Kadar hormon HCG dan estrogen yang meningkat drastis pada trimester pertama akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh. Akibatnya terjadi refluks asam ( keluarnya asam dari lambung ketenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan, sehingga menyebabkan mual dan muntah
Contoh diet yang disesuaikan untuk ibu hamil:
Ketika bangun tidur: Seiris toast atau 2 biskuit kering crecker, dengan minuman teh encer.
8.00          : Sarapan ringan dengan sereal atau toast dengan selai atau madu , dan mungkin teh ringan jika calon ibu merasa dapat memakan lebih banyak, diet dapat disesuaikan dengan kebutuhannya
10.00       : Toast dengan segelas susu, teh atau sari buah
12.30        : Makan siang. Sop dengan toast atau cream crecker, beras atau mie dengan sayuran rebus
15.30        : Teh, Toast, selai, jus buah dan kue basah
18.30        : Makan malam. Daging atau ayam, sayuran hijau, kentang, salad dan puding beras
21.30        : Minum teh, coklat, susu hangat atau susu soda
Jam tidur: Segelas minum dan cream creaker jika calon ibu bangun ditengah malam
Jika mual-mula begitu mengganggu semisal muntah terjadi berlebihan sampai 7 kali dalam sehari, kondisi ibu menjadi lemah, tidak selera makan, BB menurun dan nyeri ulu hati. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan. Mintalah bantuan bidan atau dokter, kemungkinan ibu hamil sedang mengidap penyakit berat dan memerlukan perawatan rumah sakit Tetap dalam beberapa kasus mual-muntah, obat –obatan dapat membantu calon ibu merasa lebih enak dan mengatasinya dengan lebih mudah.  Pengobatan tradisional : jahe, P6 acupressure.  Obat-obatan : antihistamin (antialergi) (seperti cyclizine atau meclozine) akan membantu., vitamin B6 cukup efektif namun hati-hati terhadap efek samping, vitamin B12 efektif mengurangi mual dan muntah namun belum diteliti keamanannya. Dalam kasus yang lebih parah, khususnya muntah-muntah yang menggangu obat bernama metoclopramide yang diminum 3 kali sehari bisa membantu. Tetapi bila keadaan muntah-muntah berlebihan maka kondisi ini disebut hyperemesis  gravidarum , hal ini butuh penanganan khusus dan mendapatkan terapi infus. Jika tidak dikoreksi akan buruk akibatnya/pengaruhnya terhadap anak di kandungan maupun pada diri ibu sendiri.Sekitar 1,5% -2% ibu hamil mengalami keadaan Hyperemesis gravidarum ini. Gangguan ini memiliki gejala: muntah terus, lebih dari 3-4 kali sehari. Ibu tidk nafsu makan sama sekali BB ibu pun turun 2 -3 Kg dalam seminggu, kekurangan cairan, gangguan elektrolit, lemah dan tidak bertenaga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Keram Perut Saat Hamil
Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Istilah kram perut sebenarnya tidak dikenal dalam medis, yang ada adalah kontraksi dalam kehamilan. Keadaan ini adalah wajar yang menandakan bahwa didalam rahim terdapat benda hidup lainnya. Kontraksi ini merupakan reaksi fisiologis dari rahim secara periodik karena rahim sedang berisi. Kontraksi mulai dirasakan sejak trimester kedua kehamilan. Dan umumnya terjadi sesekali saja. Jika menimbulkan rasa sakit tetap harus diwaspadai karena kram yang berkelanjutan sampai sakit bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran premature. Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Sakit perut yang dialami ibu hamil dikatakan normal jika selama awal kehamilan, biasanya akan mengalami perasaan berat pada perut dan sedikit sakit, seperti saat menjelang haid. Ini lebih disebabkan pengaruh meningkatnya hormon progesterondan relaxin,yang membuat sambungan –sambungan tulang disekitar rahim agak merenggang. Namun ini seharusnya sudah menghilng pada saatkehamilan berusia 10- 12 minggu
Penyebab Kram
Rasa kram timbul disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen tidak lancar, aliran darah pun menjadi tidak lancar. Inilah yang menimbulkan rasa sakit.
Sebenarnya janin dalam perut dilingkupi oleh ari-ari sehingga saat rahim berkontraksi darah pun terhambat alirannya ke dalam janin. Jika intensitas dan frekuensi kontraksi cukup tinggi cadangan oksigen ari-ari pun bisa berkurang atau bahkan habis.
Kontraksi dianggap normal ketika memasuki usia 37- 40 minggu, yakni minggu-minggu mendekati kelahiran. Bila kram perut sering muncul diusia kehamilan kurang dari 20 minggu, di khawatirkan bisa menyebabkan keguguran. Kram berat yang terjadi di salah satu sisi perut bagian bawah, di bulan 1 -3 pertama kehamilan bisa jadi tanda kehamilan ektopik, khususnya jika ibu mengalami perdarahan atau flek berwarna kecoklatan, rasa sakit pada bahu disisi yang sama dengan bagian perut yang sakit atau merasa sakit saat berhubungan seks. Setiap kehamilan punya resiko untuk itu, terutama ibu hamil dengan kelebihan berat badan maupun yang berat badannya sagat kurang. Kontraksi yang masih dianggap wajar adalah berlangsuang sesaat saja atau masih dalam hitungan 1-3 menit saja.
Ada cara mudah yang dianjurkan untuk mengurangi kram atau kontraksi yang berlangsung yaitu dengan menghentikan segala kegiatan yang sedang dilakukan segera dan segeralah istirahat.Pada bulan-bulan akhir kehamilan, rasa sakit yang parah di perut bagian bawah yang tidak hilang meskipun sudah istirahat mungkin pertanda ibu mengalami p;acenta abruption yaitu lepasnya plasenta dari dinding rahim
Gangguan asupan oksigen itu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegitan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Terakhir yang menjadi penyebab adalah faktor emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.
Penanganan. Dengan melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan.
3.  Heart burn

Heart burn adalah sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada,atau tenggorokan, atau keduanya.           
       
Penyebab heart burn
 pada kehamilan masih belum jelas namun diperkirakan disebabkan oleh perubahan hormonal yang mengganggu pergerakan lambung dan berakibat refluks gastroesofageal. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal tersebut menyebabkan pergerakan saluran cerna menjadi lebih lama. Selain itu, pembesaran rahim juga dapat menekan perut dan mendorong asam lambung untuk keluar ke atas. Heart burn dapat diikuti dengan regurgitasi asam dari lambung yang mencapai tenggorokan atau mulut dan mengakibatkan rasa asam atau pahit di mulut. Keluhan ini tidak akan mempengaruhi kehamilan, dan pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Heart burn adalah keluhan yang sering terjadi selama kehamilan. Modifikasi gaya hidup yang dianjurkan adalah memperbaiki postur, mempertahankan posisi berdiri terutama setelah makan, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, dan modifikasi diet seperti makan makanan dalam jumlah kecil, mengurangi makan makanan berlemak dan makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti kafein.

Penanganan
  • Makan makanan dalam porsi kecil anitidine 3 kali makan dalam porsi besar
  • Makan perlahan-lahan
  • Minum minuman hangat seperti teh
  • Hindari makan makanan yang pedas, aniti-gorengan
  • Jangan berbaring segera setelah makan
  • Pertahankan posisi kepala di tempat tidur lebih tinggi dibandingkan kaki. Atau letakkan bantal dibawah bahu untuk mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan
  • Jangan mencampur makanan berlemak dengan makanan manis dalam satu waktu dan coba untuk pisahkan makanan cair dan padat
  • Obat-obatan. Pilihan terapi obat-obatan untuk heart burn adalah anitid, H2 reseptor antagonis, dan panghambat pompa proton. Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi gejala refluks asam. Antasid dapat menetralisir asam lambung dan dapat digunakan untuk mengurangi gejala heart burn. H2 reseptor antagonis seperti anitidine, dapat mengurangi produksi asam lambung, dilaporkan cukup efektif dan aman buat wanita hamil. Penghambat pompa proton seperti omeprazole dapat menekan produksi asam lambung.
4. Anemia
Anemia Gizi : adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Di Indonesia sebagian besar anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) hingga disebut Anemia Kekurangan Zat Besi atau Anemia Gizi Besi.
Di negara berkembang pada umumnya, meskipun uji coba menunjukkan seorang wanita hamil menderita anemia, namun jumlah wanita hamil yang menderita anemia sesungguhnya, sedikit. Hal ini sebagian disebabkan selama kehamilan, terjadi peningkatan volume darah total (Haemodilusi), sehingga seakan-akan darah calon ibu tampak kekurangan/anemia. Tapi anemia yang sesungguhnya dapat menimbulkan masalah pada ibu hamil. Karena itu , dokter secara rutin mrengukur kadar hemoglobin dalam darah dan melakukan beberapa pengujian terhadap contoh darah yang sama. Biasanya pengujian dilakukan pada kunjungan pertama, dan pengujian berikutnya pada kehamilan kira-kira 28 minggu.
Anemia sering ditandai dengan wajah ibu yang pucat, mata merah dan telapak tangan pucat, cepat lelah, lemah dan lesu kemungkinan ibu hamil menderita kurang darah. Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Anemia yang berat bisa mengganggung jantung. Keluhan dimana sering berdebar pada pasien ini kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.
Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.Beberapa wanita, khususnya  yang mengandung bayi kembar, memerlukan vitamin pencegah anemia bernama asam folic, namun kebanyakan yang lainnya tidak memerlukannya.
Keharusan ibu hamil untuk meminum tablet zat besi adalah sesering dia mengingatnya, kecuali bidan atau dokter menunjukkan dia mengalami anemia yang sesungguhnya sehingga memerlukan perawatan khusus dan penanganan di rumah sakit.
5. Konstipasi (sembelit)
Konstipasi adalah hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.
Penyebab
Konstipasi pada wanita hamil tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan serat, namun juga berkaitan dengan peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan berkurangnya pergerakan lambung dan meningkatnya waktu transit makanan di lambung. Selain itu penekanan rektum (bagian terbawah usus besar) akibat pembesaran rahim juga dapat menyebabkan konstipasi.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa terjadinya konstipasi semakin berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Gandum atau makanan yang mengandung serat efektif di dalam menangani konstipasi. Apabila nyeri perut dan konstipasi yang terjadi tidak ada perbaikan dengan asupan makanan berserat, maka penggunaan laksatif sebagai perangsang lebih efektif dibandingkan laksatif yang membentuk masa tinja. Efek samping penggunaan laksatif diantaranya adalah diare dan nyeri perut.

Penanganan
·         Makan makanan berserat (roti gandum, buah, sayuran)
  • Minum cairan dalam jumlah cukup (6 – 8 gelas air dan 1 -2 gelas jus per hari)
  • Minum minuman hangat terutama di pagi hari
  • Miliki waktu khusus untuk BAB dan hindari mengedan ketika BAB
  • Ketika di toilet dapat melakukan gerakan duduk tegak dan bersandar sedikit kebelakang, naikkan lengan ke atas untuk mengaktifkan gerakan usus besar, bergerak dari samping ke samping untuk melancarkan gerakan usus, dan letakkan salah satu kaki di suatu kotak untuk menurunkan tekanan dari anus (dubur)
  • Apabila memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk sepanjang waktu, berdirilah dan berjalan setiap jam atau kapanpun ada waktu
  • Diskusikan penggunaan laksatif dengan dokter
6. Hemoroid
Hemoroid atau sering dikenal dengan wasir atau ambeien (pile)adalah penonjolan vena di sekitar anus (dubur) yang ditandai dengan perdarahan anorektal (daerah dubur dan rektum <bagian terbawah usus besar>), nyeri dan gatal di anus.
Keluhan ini lebih umum pada multigravidae (wanita yang pernah beberapakali mengandung), dan juga tampak terjadi di sejumlah keluarga. Keluhan yang lazim adalah pendarahan selama buang air besar, tonjolan lembut dirasakan selama pemakainan kertas toilet,atau sakit. Kadang-kadang hemoroid muncul untuk pertama kali setelah melahirkan, yang dirasakan tidak menyenangkan. Sembelit dan mengejan untuk mengosongkan perut menambah keluhan ini.
Penyebab
Asupan serat yang kurang dan kehamilan adalah faktor pencetus untuk terjadinya hemoroid. Penekanan pada rektum dan vagina akibat pertumbuhan dari bayi dapat menyebabkan hemoroid pada wanita hamil. Dalam suatu penelitian, dikatakan bahwa 8% wanita hamil mengalami hemoroid pada 3 bulan terakhir kehamilan.
Penanganan
Penanganan untuk hemoroid meliputi modifikasi makanan, krim (seperti Anusol-HC), pengobatan oral (lewat mulut), dan operasi. Belum ada bukti mengenenai keefektifan dan keamanan pengunaan krim untuk wanita hamil. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa 84% wanita hamil mengalami perbaikan gejala setelah diberikan pengobatan oral. Pada kasus berat, terapi operasi dapat dilakukan. Operasi pada umumnya jarang dilakukan pada wanita hamil karena hemoroid akan mengecil dengan sendirinya ketika wanita tersebut melahirkan. Modifikasi gaya hidup wanita hamil dengan hemoroid :
·         Minum air yang banyak dan buah-buahan dapat melunakkan tinja
  • Hindari terjadinya konstipasi karena konstipasi dapat menyebabkan terjadinya hemoroid dan menyebabkannya terasa lebih sakit
  • Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
  • Usahakan tidak mengedan ketika BAB
  • Kompres dingin atau menggunakan es pada daerah pembesaran vena (anus) atau mandi dengan menggunakan air hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi nyeri
  • Hindari pakaian dalam yang ketat, celana ketat
  • Diskusikan terapi hemoroid dengan dokter yang merawat
7. Bercak pada Vagina (Keputihan)
Peningkatan suplai darah dan hormonal menyebabkan peningkatan produksi cairan vagina. Kualitas dan kuantitas dari bercak vagina berubah ketika wanita tersebut hamil. Wanita umumnya memproduksi cairan vagina lebih banyak ketika hamil.  Sekitar 30% calon ibu menyadari keputihan yang meningkat ini .Bercak vagina normal pada umumnya berwarna putih atau bening, tidak gatal atau terasa panas, tidak berbau, dan dapat terlihat berwarna kuning atau mengering pada pakaian dalam. Apabila bercak tersebut memiliki bau tidak enak diikuti dengan rasa gatal atau panas, berkaitan dengan nyeri ketika berkemih, maka wanita tersebut mungkin menderita bakterial vaginosis (infeksi bakteri), trikomoniasis (parasit), atau kandidiasis (jamur).

Penanganan
·         Gunakan pakaian dalam yang memiliki bahan katun atau yang terbuat dari serat natural
  • Hindari pemakaina jeans atau celana ketat
  • Jangan menggunakan cairan pembersih vagina. Hal tersebut dapat menyebabkan masuknya udara di dalam peredaran darah atau dapat memecahkan cairan ketuban pada kehamilan triwulan akhir
  • Bersihkan area vagina menggunakan air dan sabun
  • Basuh dari arah depan ke belakang
  • Hubungi dokter bila mengalami gejala rasa terbakar, gatal, bengkak, bau tidak enak, bercak darah, atau bercak berwarna hijau atau kuning terang pada vagina
Dokter hanya dapat menentukan penyebab sebenarnya dengan memeriksa cairan yang diambil dari vagina memakai tongkat kapas. Jika dia melihatnya di bawah mikroskop, maka dapat diberi resep yang sesuai. Beberapa dokter mengambil cairan dari vagina pada sekitar 32 minggu kehamilan. Cairan ini diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah wanita itu terinfeksi steptococus grup B. Karena bakteri ini bisa menginfeksi bayi, wanita yang vaginanya ditempati bakteri ini diberi antibiotik ketika persalinan sudah mendekati.
8. Nyeri Punggung
Khususnya dalam kehamilan lanjut, sendi pinggul dan ligamen menjadi relaks. Disaat  yang sama peningkatan berat rahim mengubah pusat keseimbangan, sehingga calon ibu berdiri dengan pundak agak tertarik ke belakang, dan kenyataannya sikap ini justru menimbulkan sakit punggu, terutama lebih dirasakan oleh ibu multigravidae.

Nyeri pada punggung selama kehamilan bervariasi antara 35 – 60 %. Diantara semua wanita ini, 47 – 60 % melaporkan bahwa nyeri punggung terjadi pada kehamilan 5 – 7 bulan. Selain itu dilaporkan juga bahwa nyeri punggung ini bertambah parah di sore hari menjelang malam. Ditengah malam mungkin sulit tidur. Rasa sakit biasanya dirasakan di bagian bawah punggung atau sendi sacroiliac. Pengobatan sebagian besar adalah mencegah kondisi ini semangkin parah.Nyeri punggung pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi atau lemas) yang dihasilkan.
Terdapat 3 tipe penangan yang dapat dilakukan pada nyeri punggung akibat kehamilan yaitu: 
1.         Senam di dalam air
2.         Bantal Ozzlo
3.          Akupunktur yang berkaitan dengan fisioterapi
4.         Modifikasi gaya hidup
·         Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)
  • Hindari mengangkat benda berat
  • Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk
  • Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah
  • Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah
  • Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan
  • Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat
  • Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung
  • Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung
  • Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini.
9. Pembengkakan Gusi
Peningkatan peredaran darah dan suplai hormonal dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan perdarahan pada gusi yang disebut epulis. Perawatan gigi selama kehamilan tidak berbeda sari saat saat yang lain. Didaerah-daerah di mana fluroid tidak ditambahkan ke air minum, pemakainan 1 tablet per hari mengandung 1 miligram fluorine yang diminum sejak minggu ke-20 kehamilan akan melindungi janin dari karies gigi.
Disarankan
  • Rawat gigi dengan hati-hati. Sikat gigi dan dental floss secara teratur
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk memastikan kesehatan gigi dan mulut

Pembengkakan gusi
10. Varises Vena
Kehamilan menyebabkan timbulnya varises di kaki wanita yang sebelumnya pernah mengalami. Pembuluh darah muncul selama kehamilan tetapi secara keseluruhan cendrung membesar dan menjadi lebih nyata pada bual-bulan terakhir. Pembuluh darah tampak membesar bahkan ada yang seperti tabung di bawah kulit, atau seperti jaring laba-laba di sekitar tumit dan dibelakang lutut. Kaki terasa berat, terlihat jelek dan kadang-kadang terasa sakit dan bengkak. Kebanyakan hilang setelah bayi lahir.
Penyebab
Varises vena disebabkan oleh pengumpulan darah pada vena bagian perifer (tepi) akibat tidak efisiennya katup yang ada. Pada kondisi normal, katup pada vena mencegah darah kembali mengalir ke tungkai. Peningkatan volume darah dan peningkatan tekanan akibat pembesaran rahim dapat melambatkan aliran darah yang terkadang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan dari pembuluh balik. Varises vena dapat berupa pelebaran vena yang berwarna biru di permukaan kulit, gatal, dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kaki dan persendian dapat menjadi bengkak. Varises vena merupakan keluhan umum akibat kehamilan.
Terapi penekanan dengan menggunakan stoking khusus dapat mengurangi gejala varises yang sudah terjadi namun tidak dapat mencegah varises yang akan terjadi.

Penanganan
  • Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
  • Hindari berada dalam posisi yang membatasi peredaran darah pada tungkai (seperti menyilangkan kaki ketika duduk)
  • Tinggikan posisi tungkai dan kaki ketika duduk
  • Berolahraga secara teratur
  • Pemakaian stoking namun hindari pakai celana yang terlalu ketat di bagian tungkai
11. Pembengkakan pada Tungkai dan Kaki (Oedema)       
Pengumpulan cairan dalam jaringan tubuh adalah normal selama kehamilan. Rata-rata calon ibu mengumpulkan 3 sampai 6 liter cairan, separuhnya dalam 10 minggu terakhir kehamilan. Pembekakan tumit, bagian paling bawah dari tubuh sering terjadi, terutama di malam hari,tetapi tidaklah serius tetapi bila pembengkakan terjdi pada pagi-pagi sekali, maka ini menjadi peringatan bahwa wanita ini mungkin mengembangkan hipertensi kehamilan dan butuh segera konsultasi kedokter.
Penekanan pembuluh darah akibat pertumbuhan dari janin menyebabkan tertahannya cairan pada tungkai sehingga terjadilah edema (bengkak) pada tungkai dan kaki. Wanita yang terlalu berat dibanding tinggi badannya sehingga mencapai lebih dari 0,5 kg perminggu setelah minggu ke 30, 50% mempunyai peluang oedema. Disarankan
  • Jangan berdiri dalam waktu lama
  • Banyak minum cairan (6 – 8 gelas perhari)
  • Hindari makanan dengan kadar garam tinggi
  • Letakkan tungkai dan kaki pada posisi tinggi ketika duduk, hindari menyilangkan kedua kaki
  • Hindari menggunakan sepatu ketat, pilih sepatu yang berhak rendah
  • Diet kaya protein, rendah protein dapat menyebabkan edema
  • Beristirahat dalam posisi miring ke kiri atau kanan membantu pengaliran darah ke ginjal
12. Pertambahan Berat Badan Berlebihan
Selama kehamilan wanita bertambah berat badannya. Yang patut ditanyakan adalah seberapa besar pertambahan yang diperbolehkan. Sampai saat ini pertambahan BB dibatasi dengan cukup ketat,karena ahli kebidanan yakin ada hubungan yang dekat antara pertambahan berat den gejala pre-eklamsia.

 Waspadailah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eklampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.

13. Keluar Darah  Dari Liang Rahim
Perdarahan sebelum, sewaktu dan sesudah bersalin adalah kelainan yang tetap berbahaya dan mengancam jiwa ibu.
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.
Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan. Penangan dapat bersifat pasif dan pertolongan cara persalinan tergantung jenis  kelainan sebagai penyebab perdarahannya
14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.
Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.
Kepustakaan:
Jones Derek Llewellyn, 2005, Setiap Wanita, Pustaka Delapratama
Mochtar Rustam, 2000, Sinopsis ObstetriTop of Form
KKK, EGC, Jakarta